Wakil Walikota Semarang dan Bupati Kendal Resmi Tutup Lokalisasi GBL

0
274 views

Kendal, Investigasinews.net- Lokalisasi Rowosari(Gambilangu) Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang dan Kelurahan Sumberrejo Kaliwungu, Kendal, Selasa (19/11/2019) resmi ditutup oleh pemerintah Kota Semarng dan pemerintah Kabupaten Kendal.

Sebelum dilakukan launching penutupan, panitia melakukan pembacaan deklarasi oleh tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, ketua lokalisasi dan Wanita Pekerja Seksual(WPS).

Selanjutnya panitia melakukan penandatanganan berita acara, serah terima bantuan sosial untuk penerima manfaat oleh direktur RTS dan KPO kepada ketua LKS AT Tauhid dan Kramas diketahui oleh Wakil Walikota Semarang dan Bupati Kendal.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu, mengatakan bahwa, untuk mengubah habitat bukanlah hal yang mudah, terlebih habitat tersebut telah menjadi budaya yang berjalan puluhan tahun.

“Lokalisasi ini, sejak tahun 1965, sudah ada. Tentunya, karena sudah aturan, dan sesuai dengan keputusan kementerian sosial, maka mau tak mau, suka tidak suka, harus ditutup,”kata Wakil Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu.

Hevearita menilai bahwa penutupan lokalisasi ini cukup luar biasa, karena tanpa ada masalah dan para WPSnya bisa merasa menerima dan legowo.

Meski demikian, Hevearita mengaku bahwa dirinya juga tidak akan tinggal diam, karena atas nama Pemerintah Kota Semarang(Pemkot) akan membuat lokalisasi ini menjadi tempat yang bagus.

“Di sini ada tim sembilan yang akan mengakaji, menjadi tempat yang produktif yang bisa memberikan manfaat bagi panjenengan semua,”ujar Hevearita.

Bupati Kendal dr Mirna Annisa, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang dan pihak terkait atas penutupan lokalisasi Lokalisasi Rowosari(Gambilangu) Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang dan Kelurahan Sumberrejo Kaliwungu, Kendal ini, karena bisa berjalan dengan aman dan lancar tanpa halangan suatu apapun.

“Ini merupakan bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal masih tetap konsisten. Karena sejak tahun 2017 lalu, telah mewacanakan untuk melakukan penutupan lokalisasi ini. Karena, harapan kami, masyarakat bisa hidup yang lebih baik di tempat lain,”kata Bupati Kendal, dr Mirna Annisa.
Mirna Annisa berpesan kepada para WPS bahwa, setelah meninggalkan lokalisasi ini, terus berjuang, perbaiki diri dan bisa menjadi orang kuat dan hebat.
“Jadilah orang yang bermanfaat. Dunia ini tidak akan berubah, tanpa perempuan- perempuan yang ingin memperbaiki dirinya,”tegas Mirna Annisa.(Likwi)

Tinggalkan Balasan