Warga Penerima PKRS Mengeluh Material Diduga di Mark Up.

0
656 views
Salah satu warga penerima PKRS berdiri di depan rumah.(FOTO:Invest/Likwi)

Kendal, Investigasinews.net- Puluhan warga Dukuh Gabanganom 1, Desa Sumur, Kecamatan Brangsong, mengeluh menyusul bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS), yang diterimanya dalam bentuk material harganya ditas harga pasaran.

“Saya sebetulnya tidak mempermasalahkan bantuan dari pemerintah ini diberikan dalam bentuk material, jika harga itu tidak melebihi harga yang ada di pasaran,”kata KSMN(42) warga setempat.

Menurut KSMN, bantuan PKRS ini sebesar Rp 15 juta untuk belanja material dan Rp 2,5 juta untuk membayar tukang, sehingga totalnya Rp 17,5 juta. Yang menjadikan warga tidak puas dan mengeluh atas bantuan ini, karena RAB bantuan tersebut dibuat dua kali perubahan oleh Kaur Pemerintahan setempat dan warga tidak boleh protes.

“Harga batu bata yang ada di RAB sebesar Rp 700 ribu/ seribunya, sementara harga dipasaran antara Rp 560 ribu hingga Rp 600 ribu/ perseribunya. Sedangkan warga, rata- rata untuk membangun rumah batu batanya habis Rp 8 ribu,” kata KSMN(10/2/20).

Tak hanya batu bata saja yang harganya tinggi, besi ukuran 10 inchi yang di pasaran harganya Rp 60 ribu, tapi di RAB ini harganya Rp 70 ribu perbatangnya. Besi ukuran 8 inchi juga dihargai Rp 45 ribu perbatangnya, sementara di pasaran harganya sekitar Rp 36 ribu.

“Pokoknya semua material yang dikirim warga dari UD Sumur Jaya milik Kaur Pemerintahan Mashudi, harganya tinggi semua pak,”timpal tukang batu bernama Joko.
Menurut Joko, sebetulnya warga penerima PKRS ini lebih memilih uang material diberikan langsung ke warga untuk diberikan ke toko atas pilihannya sendiri dan tidak diborong oleh UD Sumur Jaya.

Kaur Pemerintahan Desa Sumur, Mashudi, yang juga selaku pemilik UD Sumur Jaya, mengatakan, dirinya mengakui terus terang bahwa ia memang sebagai penyedia barang yang ditunjuk langsung oleh pendamping.

“Kami juga memberikan dana talangan terlebih dahulu kepada warga, sebelum uang cair sebesar 50 persen,”kata Mashudi yang dihubungi lewat Hp ini. Mashudi mengaku, barang material yang diserahkan kepada warga ini, sudah sesuai dengan RAB yang ada.
Sementara, aqnggota BPD Desa Sumur, Abdul Kholik, mengatakan bahwa material untuk warga penerima PKRS ini, tidak sesuai dengan RAB yang ada. Kedua, warga penerima PKRS ini banyak yang mengeluh karena warga tidak bisa memilih atau protes dengan material yang ada.(Likwi)

Tinggalkan Balasan